KARAWANG — Suhu politik desa di Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, mulai menghangat menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Salah satu bakal calon kepala desa, Priatna, menyatakan kesiapannya untuk maju dengan membawa gagasan besar bertajuk “Desa Mekarmaya Istimewa.”
Priatna menawarkan visi pembangunan yang menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, serta pelayanan publik yang cepat dan responsif.
Melalui slogan “Dari Desa untuk Warga Mekarmaya Istimewa”, Priatna ingin mendorong pemerintahan desa yang lebih terbuka sekaligus memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Desa Mekarmaya memiliki potensi besar yang harus dikelola dengan keterbukaan dan integritas. Kita ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan responsif tanpa hambatan,” ujar Priatna saat memaparkan arah kebijakannya.
Empat Pilar yang Ditawarkan Priatna
Dalam pencalonannya, Priatna menyiapkan empat pilar utama sebagai arah kebijakan pembangunan Desa Mekarmaya.
Pertama, pemerataan infrastruktur. Priatna berkomitmen mendorong pembangunan fisik yang lebih merata, tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi menjangkau seluruh dusun hingga tingkat RT.
Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, potensi UMKM lokal dan sektor pertanian perlu diperkuat sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan perekonomian warga sekaligus mendorong kemandirian desa.
Ketiga, kesejahteraan sosial. Priatna menempatkan peningkatan program perlindungan dan bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan sebagai salah satu perhatian dalam gagasan kepemimpinannya.
Keempat, gotong royong dan partisipasi masyarakat. Ia menilai pembangunan desa tidak dapat berjalan hanya mengandalkan pemerintah desa, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap prosesnya.
Priatna Dorong Pemuda Jadi Aktor Pembangunan
Salah satu perhatian Priatna adalah keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa. Ia menilai pemuda memiliki potensi besar yang selama ini perlu diberikan ruang lebih luas untuk berkontribusi.
“Pemuda adalah mesin penggerak perubahan. Di masa kepemimpinan saya kelak, anak-anak muda harus berada di garis depan—menjadi aktor utama pembangunan, baik melalui inovasi ekonomi kreatif, digitalisasi desa, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan,” tegasnya.
Menurut Priatna, keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan zaman. Karena itu, ia ingin membuka ruang bagi anak-anak muda Mekarmaya untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan, termasuk pengembangan ekonomi kreatif dan pemanfaatan teknologi digital.
Dengan mengusung konsep “Desa Mekarmaya Istimewa”, Priatna optimistis pembangunan desa dapat diarahkan melalui kolaborasi lintas generasi. Ia menekankan pentingnya pemerintahan yang transparan, pelayanan publik yang responsif, serta partisipasi masyarakat sebagai fondasi menuju Mekarmaya yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.





