• Jelajahi

    Copyright © MediaProgres.com
    Berita aktual tepercaya

    Translate

    Kanal Video

    Diduga Baliho Calon Kades Dirusak, Panitia Pilkades Karangsinom Gelar Musyawarah

    Selasa, 20 Oktober 2026

     

    Photo bersama setelah penandatanganan kesepakan usai musyawarah

    KARAWANG – Dugaan perusakan baliho salah satu calon kepala desa (kades) di Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi perhatian panitia pemilihan kepala desa (Pilkades). Untuk mencegah polemik meluas dan menjaga kondusivitas menjelang pemilihan, panitia menggelar musyawarah bersama kedua calon, tim monitoring kabupaten, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan pendukung di sekretariat Pilkades, Senin malam (19/10/2026).


    Ketua Panitia Pilkades Karangsinom, Saepudin Zaelani, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai dugaan kerusakan baliho salah satu calon. Namun, laporan tersebut disampaikan secara informal melalui pesan WhatsApp tanpa disertai dokumen atau bukti pendukung.


    "Ada laporan kepada panitia, walaupun tidak dilengkapi dokumen pendukung. Hanya melalui jejaring WhatsApp saja," ujar Saepudin seusai musyawarah.


    Saepudin Zaelani ketua panitia pemilihan kepala Desa Karangsinom 

    Menurut Saepudin, panitia belum dapat mengambil tindakan lebih jauh karena belum mengetahui pihak yang diduga melakukan perusakan maupun waktu kejadian. Meski demikian, panitia mengundang pihak pelapor dan para pihak terkait untuk bermusyawarah guna mengantisipasi terjadinya konflik di antara para pendukung calon.


    Ia juga menjelaskan bahwa pemasangan baliho para calon sebenarnya belum sesuai dengan tahapan yang ditetapkan panitia. Berdasarkan jadwal yang disampaikan, tahapan tersebut baru berlangsung pada 17–19 November 2026.


    "Tahapannya itu tanggal 17 November sampai 19 November. Akan tetapi, semuanya menginginkan baliho tersebut tetap terpasang," katanya.


    Saepudin menambahkan, kedua calon kepala desa telah menyepakati agar atribut yang sudah terpasang tidak diturunkan. Keduanya juga diminta bersikap tegas apabila terjadi kerusakan terhadap atribut masing-masing.


    Meski demikian, panitia menegaskan bahwa persoalan atribut yang dipasang sebelum masa kampanye menjadi tanggung jawab masing-masing pihak. Terlebih, tahapan kampanye belum dimulai sehingga panitia menyatakan tidak dapat mengambil tanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.


    Sebagai langkah antisipasi, panitia membuat berita acara hasil musyawarah yang ditandatangani oleh kedua belah pihak. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesepakatan bersama sekaligus menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama proses Pilkades berlangsung.


    Saepudin mengimbau seluruh pendukung agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu perselisihan, seperti perusakan atribut, aksi anarkis, maupun saling menjelekkan antarkandidat.



    Ia menegaskan bahwa kedua calon merupakan putra Desa Karangsinom yang memiliki niat untuk memajukan desa melalui visi dan misi masing-masing.


    "Keduanya memiliki niatan untuk memajukan desa. Alangkah baiknya kita dukung bersama-sama dalam mengikuti kontestasi Pilkades ini. Jangan sampai merusak balihonya karena bisa merugikan salah satu calon," pungkasnya.


    Panitia berharap seluruh tahapan Pilkades Karangsinom dapat berjalan dengan aman, tertib, dan damai, tanpa adanya tindakan yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat.



    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan murka Allah dan menghindarkan dari kematian yang buruk." [HR. Tarmidzi]

    Berita Terbaru