• Jelajahi

    Copyright © MediaProgres.com
    Berita aktual tepercaya

    Translate

    Kanal Video

    Atlet Non-ID Disebut Ikut Bertanding, Pelaksanaan Kejurkab PBSI Karawang Dipertanyakan

    Senin, 12 Oktober 2026



    MediaProgres.com  – Sebanyak 14 piala kategori Kejuaraan Kupaten Karawang ( Kejurkab) Persatu Bulutangkis Indonesia ( PBSI) Pengurus Kabupaten ( Pengkab) Karawang diperebutkan oleh 365 atlet dari 27 klub bulutangkis. Ajang bergengsi ini bertempat di GOR  Majaeh, Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang Jawa Barat.


    Pada penyelenggaraan tahun 2026 ini, partisipasi peserta mengalami lonjakan signifikan hingga 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi bukti tingginya antusiasme serta potensi besar pembinaan bulutangkis di bumi Pangkal Perjuangan.


    Namun, di balik semarak dinamika di lapangan—mulai dari proses sinkronisasi bagan pertandingan hingga penentuan juara terselip catatan kritis dari penggiat bulutangkis daerah. Sejumlah pihak menyayangkan ajang resmi setingkat kabupaten ini masih diwarnai indikasi pelanggaran serta ketidakpatuhan terhadap regulasi yang telah ditetapkan.


    Beberapa nada kekecewaan pun mencuat dari para pelatih dan orang tua atlet.


    "Kapan mau berkembang kalau begini terus, Kejurkab kok terima atlet non-ID," keluh Dagus, Pelatih PB PCP Karawang.


    "Banyak kekeliruan dalam pembuatan bagan jadwal pertandingan, bikin pusing," ungkap Faisal, Pelatih PB PMK Karawang.


    "Pusing juga, jadwal pertandingan ditanya bilangnya nanti-nanti terus dan kerap berubah-ubah," timpal Rahma dari PB Rench Karawang.


    "Kita didorong agar atlet memiliki ID resmi. Namun pada Kejurkab di bawah kepengurusan periode ini, dalam dua kali penyelenggaraan, peserta tanpa ID justru dibiarkan bertanding. Lalu untuk apa ada sistem ID?" tegas orang tua dari Moses Simanjuntak, atlet asal Karawang yang kini menembus Pelatnas PBSI.


    Kejurkab sejatinya bukan sekadar panggung untuk berebut piala, melainkan sebagai pembentukan karakter, disiplin, dan profesionalisme calon atlet masa depan.


    Sorotan serta kritik membangun dari para pelatih dan orang tua peserta hendaknya dijadikan bahan evaluasi mendalam dan refleksi bersama bagi pengurus PBSI Pengkab Karawang.


    Setiap kepatuhan pada regulasi dan transparansi tata kelola turnamen adalah pondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik. Sebab, dari tata kelola kompetisi yang tertib dan berintegritas lah, bakat-bakat emas dari Karawang dapat tumbuh optimal hingga kelak mampu mengharumkan nama bangsa di panggung bulutangkis dunia.

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan murka Allah dan menghindarkan dari kematian yang buruk." [HR. Tarmidzi]

    Berita Terbaru