Priatna tiba di sekretariat tepat pukul 10.00 WIB. Pengambilan formulir tersebut menjadi langkah awal keseriusannya untuk mengikuti kontestasi Pilkades Mekarmaya setelah sebelumnya mendapat dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat di tiga dusun.
Anggota Panitia Pilkades Mekarmaya, Wawan, membenarkan bahwa Priatna merupakan bakal calon pertama yang mengambil berkas pendaftaran sejak tahapan tersebut resmi dibuka.
“Priatna adalah pendaftar pertama yang mendatangi sekretariat untuk mengambil formulir sejak pendaftaran resmi dibuka hari ini,” kata Wawan saat ditemui di lokasi.
Wawan berharap seluruh tahapan Pilkades Mekarmaya dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ia juga mengingatkan para bakal calon, tim pemenangan, kader, serta pendukung untuk menjaga etika dan kedewasaan dalam berpolitik.
Menurutnya, persaingan dalam Pilkades harus menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
“Kami berharap semua pihak dapat mengarahkan para pendukungnya untuk bersikap dewasa dan tidak mengotori pesta demokrasi ini dengan hal-hal negatif yang dapat mencoreng nama baik Desa Mekarmaya,” ujar Wawan.
Priatna: Pemuda Bukan Lagi Penonton
Usai mengambil formulir pendaftaran, Priatna menyatakan kesiapannya mengikuti seluruh proses Pilkades Mekarmaya dengan mengedepankan nilai-nilai demokrasi, profesionalisme, dan adu gagasan.
Ia menegaskan bahwa kontestasi politik di tingkat desa semestinya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan momentum untuk memberikan pendidikan politik yang positif kepada masyarakat.
“Kami datang dengan semangat demokrasi yang bersih dan profesional. Pesta demokrasi ini harus menjadi ajang edukasi politik yang menyejukkan bagi warga Mekarmaya, bukan justru memecah belah,” tegas Priatna.
Priatna juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan dan kepemimpinan desa. Menurutnya, keterlibatan dirinya dalam tahapan Pilkades merupakan bentuk kesiapan kaum muda untuk mengambil tanggung jawab dan berkontribusi secara langsung bagi kemajuan desa.
“Pemuda hari ini bukan lagi penonton di desanya sendiri. Saatnya generasi muda tampil di depan, mengambil peran strategis, dan membuktikan bahwa kita mampu membawa perubahan nyata bagi Desa Mekarmaya secara profesional dan bermartabat,” ujarnya.
Dengan pengambilan formulir tersebut, Priatna menjadi salah satu figur yang mulai menunjukkan keseriusannya dalam bursa Pilkades Mekarmaya 2026. Tahapan pendaftaran selanjutnya akan menjadi penentu bagi para bakal calon sebelum memasuki proses penetapan calon kepala desa oleh panitia. (Sarmin)





