• Jelajahi

    Copyright © MediaProgres.com
    Berita aktual tepercaya

    Translate

    Kanal Video

    Kemenkop RI Gebrak Karawang, Hubungkan Puluhan KDMP dan Transaksi Strategis Beras

    Selasa, 28 Juli 2026
    Pengurus KDMP di Karawang sedang diperkenankan modernisasi teknologi pertanian presisi lewat alat Rapid Soil Check.

    MediaProgres.com — Kementerian Koperasi Republik Indonesia resmi mengukuhkan langkah spektakuler dalam memajukan ekonomi pedesaan melalui gelaran Lokakarya Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Agenda dua hari di Karawang tersebut, 23-24 Juli 2026, sukses mencetak rekor transaksi bisnis bernilai sangat fantastis.


    Puncak agenda strategis ini ditandai lewat kesepakatan MoU senilai Rp54,4 miliar antara puluhan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Jaya Laksana Agri. Capaian jumbo ini melampaui rekor lokakarya sejenis yang sebelumnya pernah digelar di Cianjur maupun wilayah Kabupaten Ngawi.


    "Seluruh komitmen kerja sama bisnis yang telah disepakati wajib direalisasikan secara konkret dan profesional di lapangan," ujar Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Kementerian Koperasi RI, Cecep Setiawan.


    Sinergi Ekosistem Pangan Melalui Rantai Pasok Terintegrasi


    Sebanyak 21 dari total 30 koperasi desa yang hadir langsung menyepakati kontrak kerja sama pasokan komoditas pangan. Kemitraan strategis ini diproyeksikan mampu mengamankan rantai pasok hingga 6.000 ton gabah dan beras untuk kebutuhan dua masa tanam.


    Perum Bulog Cabang Karawang turut menyatakan kesiapan penuh sebagai penjamin penyerapan produk (offtaker) resmi dalam ekosistem ini. Kehadiran Bulog memberikan kepastian pasar sekaligus menjaga stabilitas harga gabah agar petani terbebas secara permanen dari jeratan para rentenir.


    Peran Koperasi Eksisting Jaya Laksana Agri


    Koperasi Jaya Laksana Agri memegang peran sentral sebagai hub pengolahan dan pemprosesan inti dalam ekosistem bisnis ini. Koperasi eksisting yang telah mapan ini bertindak sebagai mitra strategis bagi puluhan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Karawang.


    Dalam rantai pasok terpadu tersebut, Koperasi Jaya Laksana Agri menerima pasokan Gabah Kering Pungut dari KDMP. Pasokan gabah tersebut diolah menggunakan fasilitas modern menjadi beras bermutu tinggi yang siap didistribusikan ke jaringan ritel dan Bulog.


    Sinergi yang digagas Ketua Koperasi Jaya Laksana Agri, Arif Kurnia, ini berhasil mengamankan komitmen pasokan hingga 6.000 ton. Skema kemitraan ini menjadi pilar utama pembentukan ekosistem pangan lokal yang saling menguntungkan antara petani, koperasi, dan BUMN.


    Inovasi Pertanian Presisi dan Branding Beras Lokal


    Bukan sekadar kesepakatan bisnis, lokakarya ini turut mengenalkan modernisasi teknologi pertanian presisi lewat alat Rapid Soil Check. Perangkat digital canggih tersebut dirancang agar koperasi dapat memberikan layanan analisis hara tanah secara cepat serta hemat bagi petani.


    Guna melengkapi lompatan ekonomi di lumbung padi nasional ini, Kementerian Koperasi juga siap memfasilitasi penataan kemasan (packaging). Langkah inovatif tersebut diambil demi meluncurkan merek beras unggulan khas Karawang yang siap bersaing menembus pasar ritel modern.


    Pemerintah di bawah Bidang Akselerasi Jaringan Usaha Kementrian Koperasi RI optimistis, integrasi antara teknologi modern, kemitraan BUMN, serta penguatan kelembagaan koperasi desa dapat merealisasikan kedaulatan pangan. Sinergi ini sekaligus menjadi tonggak baru dalam meningkatkan kesejahteraan para petani Indonesia secara berkesinambungan dan mandiri.

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan murka Allah dan menghindarkan dari kematian yang buruk." [HR. Tarmidzi]

    Berita Terbaru