• Jelajahi

    Copyright © MediaProgres.com
    Berita aktual tepercaya

    Translate

    Kanal Video

    Prestasi Alysa Harapan Besar Atlet Pelajar Karawang

    Kamis, 03 September 2026

     








    MediaProgres.com – Menjelang Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, kabar membanggakan datang dari dunia olahraga. Alysa Apriliana, siswi kelas VI SDN Palumbonsari 3, Kecamatan Karawang Timur, sukses mengharumkan nama Karawang setelah meraih medali emas dan perak pada cabang olahraga atletik dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Jakarta.



    Putri pasangan Deni Sofiansyah dan Reni Hasyim, warga Rawagabus Selatan, Desa Margasari, Kecamatan Karawang Timur, itu turun pada dua nomor perlombaan, yakni Kanga Escape dan Formula One. Hasilnya, Alysa berhasil membawa pulang satu medali emas dan satu medali perak.


    Prestasi tersebut bukan sekadar catatan medali bagi seorang siswi sekolah dasar. Di usia yang masih sangat muda, Alysa telah menunjukkan bahwa potensi atlet pelajar Karawang cukup besar untuk dikembangkan menjadi prestasi yang lebih tinggi.


    Bahkan, kemampuan Alysa mulai menarik perhatian sejumlah sekolah menengah pertama negeri di Karawang. Tiga SMP Negeri disebut telah menyatakan minat untuk menerima Alysa sebagai peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya.


    “Ada tiga SMP yang berminat untuk menerima Alysa menjadi muridnya, yaitu SMPN 1 Karawang Barat, SMPN 5 Karawang Barat, dan SMPN 1 Karawang Timur. Terserah Alysa ingin sekolah di SMP mana nantinya,” ujar pelatih Alysa.


    Namun, di balik keberhasilan tersebut terdapat cerita tentang keterbatasan fasilitas latihan. Kondisi lahan sekolah yang sempit membuat Alysa tidak dapat menjalani seluruh program latihan di lingkungan sekolah.


    Pelatihnya, Syarif Rahmanurdin, kemudian menyiasati keterbatasan tersebut dengan menitipkan Alysa untuk berlatih bersama siswa Sekolah Atletik Singaperbangsa (SAS) di Kompleks Stadion Singaperbangsa Karawang.


    “Kalau di sekolah karena lahannya sempit, hanya berlatih teknik. Untuk latihan fisik dan lainnya yang membutuhkan tempat yang lebih luas, berlatihnya di Stadion Singaperbangsa,” tutur Syarif.


    Kondisi ini menjadi catatan tersendiri dalam pembinaan atlet pelajar. Prestasi Alysa membuktikan bahwa keterbatasan sarana bukan alasan untuk berhenti mengembangkan bakat. 


    Namun, pada saat yang sama, keberhasilan seorang atlet muda semestinya menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana fasilitas dan sistem pembinaan olahraga pelajar di Karawang telah mendukung anak-anak berprestasi.


    Kepala SDN Palumbonsari 3, Anah Mulayanah, S.Pd.SD., M.Pd., mengaku bangga atas pencapaian Alysa. Ia bahkan menyebut keberhasilan tersebut sebagai sebuah anugerah, mengingat dirinya baru sekitar empat bulan menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Palumbonsari 3.


    “Sebelumnya saya bertugas sebagai Kepala Sekolah di SDN Kondangjaya 2. Saya baru empat bulan bertugas di sini dan langsung mendapat anugerah,” tutur Anah.


    Menurut Anah, keberhasilan Alysa tidak terlepas dari dukungan keluarga. Kedua orang tua Alysa dinilai memberikan perhatian terhadap kebutuhan, termasuk asupan nutrisi, serta terus membangun komunikasi dengan pihak sekolah untuk mendukung perkembangan putrinya.


    “Kedua orang tuanya sangat mendukung, nutrisi dan kebutuhannya juga diperhatikan. Kita sebagai guru juga selalu berkomunikasi agar Alysa dapat menggapai cita-citanya,” ungkapnya.


    Kisah Alysa seharusnya tidak berhenti pada dua keping medali yang dibawanya pulang dari Jakarta. Prestasi tersebut dapat menjadi awal perjalanan panjang seorang atlet muda sekaligus pengingat bahwa Karawang memiliki bibit-bibit potensial yang layak mendapatkan ruang untuk tumbuh.


    Menjelang usia Kabupaten Karawang yang ke-393, prestasi Alysa menjadi kado kecil namun bermakna. Dari seorang siswi sekolah dasar, tersimpan harapan besar akan lahirnya atlet Karawang yang mampu berbicara lebih jauh di tingkat nasional, bahkan internasional.


    Tantangannya kini bukan hanya bagaimana Alysa mempertahankan prestasi, tetapi bagaimana lingkungan sekolah, keluarga, pelatih, dan pemerintah dapat bersama-sama memastikan bakat tersebut tidak berhenti di tengah jalan.


    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan murka Allah dan menghindarkan dari kematian yang buruk." [HR. Tarmidzi]

    Berita Terbaru