MediaProgres.com — Menjelang tahapan pendaftaran calon kepala daerah, Dadang Sumardi menggelar kegiatan pengajian yang dihadiri berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara tokoh agama, tokoh petani, tokoh pemuda, dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Pengajian yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan itu turut dihadiri sejumlah perwakilan masyarakat dari berbagai kalangan. Salah satunya perwakilan tokoh pemuda dari Kampung Karangsunyi, Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan silaturahmi menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat, khususnya menjelang momentum politik.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang Sumardi menyampaikan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh satu kelompok saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Jargon “BEDAS” yang diusung Dadang Sumardi turut menjadi bagian dari semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. BEDAS dapat dimaknai sebagai semangat untuk menghadirkan daerah yang Bersama, Energik, Demokratis, Amanah, dan Sejahtera.
Sementara itu, perwakilan tokoh pemuda dari Kampung Karangsunyi Robi Darmawan, menilai kegiatan seperti pengajian dan silaturahmi antar elemen masyarakat memiliki arti penting.
Selain menjadi sarana mempererat ukhuwah, kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung.
“Bagi kami, yang terpenting adalah kebersamaan. Pemuda, petani, tokoh agama dan masyarakat yang harus bisa duduk bersama, menyampaikan aspirasi, serta ikut menentukan arah pembangunan ke depan,” ujar Robi.
Menjelang pendaftaran calon kepala Desa Karangsinom, dinamika politik di tengah masyarakat pun mulai terasa. Namun demikian, momentum tersebut diharapkan tetap berlangsung dalam suasana yang sejuk, santun, dan mengedepankan persaudaraan.
Pengajian yang digelar Dadang Sumardi menjadi salah satu gambaran bahwa pendekatan sosial dan keagamaan masih memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.
Pada akhirnya, jargon BEDAS bukan hanya menjadi slogan politik, tetapi diharapkan mampu diterjemahkan menjadi gagasan dan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pertanian, kepemudaan, keagamaan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Menjelang pendaftaran calon kepala desa, masyarakat kini menanti bukan sekadar jargon, tetapi juga gagasan, program, dan komitmen nyata yang dapat menjawab persoalan di tingkat akar rumput.






