• Jelajahi

    Copyright © MediaProgres.com
    Berita aktual tepercaya

    Translate

    Kanal Video

    Di Balik Lintasan, Formula E dan DHL Bangun Ulang Rantai Pasok Global Baterai Kendaraan Listrik

    Selasa, 07 Juli 2026
    Read this article in English


    ABB FIA Formula E World Championship returns to Shanghai for the 2025/2026 Season.


    MediaProgres.com– Seiring bergulirnya ABB FIA Formula E World Championship musim 2025/2026 di Shanghai, ajang balap mobil listrik paling bergengsi di dunia tersebut menghadirkan kalender kompetisi paling ambisius sepanjang sejarah. Musim ini mencatat rekor 17 seri balapan yang digelar di 11 kota dunia, termasuk seri yang paling dinantikan di Madrid dan Miami.


    Di balik antusiasme para penggemar yang menantikan aksi balap berkecepatan tinggi di Florida, terdapat perlombaan lain yang tak kalah penting, yakni pengelolaan logistik global. 


    Direktur Paddock dan Logistik Formula E, Barry Mortimer mengatakan, Formula E baru-baru ini menjadi cabang olahraga global pertama yang meraih Sertifikasi B Corp, sebuah pengakuan atas komitmen tinggi terhadap standar sosial dan lingkungan.


    "Perolehan Sertifikasi B Corp merupakan tonggak penting bagi Formula E. Pencapaian ini memperkuat misi kami untuk mendorong inovasi berkelanjutan, baik di dalam maupun di luar lintasan balap," ujar Barry Mortimer.


    Logistik Raksasa di Balik Balap Mobil Listrik


    Menggelar kejuaraan balap bebas emisi membutuhkan sistem logistik berskala besar. DHL, yang menjadi Mitra Pendiri sekaligus Mitra Logistik Resmi Formula E sejak 2013, bertanggung jawab mengangkut sekitar 400 ton metrik kargo pada setiap seri balapan. 


    Muatan tersebut meliputi 21 mobil balap listrik, infrastruktur pengisian daya, hingga peralatan siaran yang dikirim melalui jalur udara, laut, kereta api, dan darat.


    Khusus untuk seri Shanghai E-Prix, DHL berhasil menyelesaikan perjalanan multimoda selama tiga hari dari Sanya dengan memanfaatkan kombinasi transportasi feri dan darat di bawah batas waktu yang sangat ketat.


    Tantangan Logistik Baterai Bernilai Miliaran Dolar


    Di luar lintasan, kolaborasi Formula E dan DHL juga menyoroti salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat dalam perdagangan global, yaitu logistik baterai kendaraan listrik. 


    Seiring percepatan elektrifikasi industri otomotif Amerika Serikat, pengangkutan baterai lithium-ion berkapasitas besar menjadi tantangan yang kompleks sekaligus diatur secara ketat.


    Setiap seri Formula E membutuhkan pengiriman 31 baterai berperforma tinggi, masing-masing berbobot sekitar 400 kilogram. Karena diklasifikasikan sebagai barang berbahaya (dangerous goods), baterai tersebut harus memenuhi berbagai regulasi internasional, termasuk standar IATA, ICAO, serta Department of Transportation (DOT) Amerika Serikat.


    "Setiap balapan Formula E tampak berjalan mulus di lintasan, tetapi di balik layar terdapat operasi logistik yang sangat kompleks," kata Federico Cavani, Head of Motorsports Italy di DHL Global Forwarding.


    "Seluruh baterai ini merupakan barang berbahaya yang diatur secara ketat dan membutuhkan perencanaan yang sangat rinci. Kemitraan kami menunjukkan bahwa logistik baterai canggih dapat dijalankan secara aman dalam skala global," tambahnya.


    Dominasi China dalam Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik


    Rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia masih sangat bergantung pada China, yang menjadi pusat utama ekosistem baterai global. Pada 2025, penggunaan baterai kendaraan listrik secara global mencapai 1,2 terawatt-jam (TWh). China menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar sekaligus memproduksi lebih dari 70 persen baterai lithium-ion dunia.


    Bagi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang bergantung pada pasokan bahan baku dari China, pengelolaan rantai logistik tersebut menjadi faktor yang sangat penting. 


    DHL Global Forwarding China mengelola ekspor lebih dari 10.000 TEUs baterai beserta material pendukung setiap tahun ke berbagai pasar utama, termasuk Amerika Serikat.


    "Kami bermitra dengan para produsen terkemuka dunia untuk menyediakan solusi logistik menyeluruh dari hulu hingga hilir," ujar Stephen Zhang, Vice President of Ocean Freight Greater China di DHL Global Forwarding.


    Untuk mendukung transisi menuju energi bersih, DHL Group yang membukukan pendapatan sekitar 90 miliar dolar AS (82,9 miliar euro) pada 2025 meluncurkan layanan DHL New Energy Logistics. 


    Didukung lebih dari 20 EV Centers of Excellence di berbagai negara, inisiatif ini bertujuan mempercepat transisi menuju masa depan rendah karbon melalui sistem logistik yang aman, efisien dan berkelanjutan.

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Lentera Islam


    "Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan murka Allah dan menghindarkan dari kematian yang buruk." [HR. Tarmidzi]

    Berita Terbaru